DPRD Nunukan dukung Rencana Pembangunan Bandara di Sebuku

Rapat Sosialisasi Rencana Pembangunan Runway Airstrip Sebuku, Senin (30/09) di Lantai 1 Kantor Bupati Nunukan

NUNUKAN – Pernyataan ini disampaikan ketua DPRD Nunukan, Hj Leppa diruang rapat Asisten Ekonomi dan Pembangunan sekrtariat daerah Kabupaten Nunukan, Senin (30/09) di Lantai 1 kantor Bupati Nunukan.

Menurutnya jika akses transportasi udara tersebut dibangun secepatnya maka jarak antara ibu kota Kecamatan dan Kabupaten terbilang dekat, yang tentunya hal ini sangat efektif dan efisien untuk membuka ruang disegala sektor terutama peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah tiga Kabupaten Nunukan.

Hanya saja, kata Ketua DPRD, dalam situasi ekonomi saat ini tentu faktor anggaran yang menjadi penentu percepatan pembangunan bandara yang dimaksud, kondisi keungan daerah Kabupaten Nunukan defisit, sehingga perlu mendiskusikan dan mengkaji hal ini dengan serius termasuk pola pengembangannya serta teknis pelaksanaan dalam rangka mempercepat pembangunan Runway Airstrip tersebut.

Rencana Pembangunan ini kalau kita melihat atau kita mau cepat, terpulang semua kepada keuangan daerah tapi ada jalan bilamana pemerintah mau menjalankan itu bisa jadi cepat, yaitu swadaya yang mungkin dari perusahaan, saya rasa itu bisa cepat, semoga rencana pemerintah ini bisa terlaksana.” kata Hj Leppa.

Menanggapi hal ini, asisten III ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan mengatakan, secara politis DPRD Nunukan sudah mendukung, begitu juga dengan Camat Sebuku dan Warga di wilayah setempat sudah memberikan berita acara dukungan terkait pembangunan tersebut.

“ ini harus kita lakukan,  saya akan sedikit membuka pemikiran kita, kok.. bisa membangun bandara hanya dalam waktu tiga bulan? itu pertanyaan yang cukup menggelitik kita, kalau membangun bandara umum dan khusus tentu membutuhkan anggaran dan kajian.” kata Roby.

Menurutnya, mengawali pembangunan bandara khusunya Airstrip di Kecamatan Sebuku, tentu memikirkan kesiapan status lahan sehingga perlu dilakukan proses administrasi untuk dapat merealisasikan titik rencana pembangunan bandara tersebut.

Selain itu lanjut roby, setelah satus lahan tersebut sudah tepat pemerintah daerah kemudian melanjutkan perencanaan bandara ini ke kementian perhubungan,  karena sektor dan faktor keselamatan juga penentu terkait kondisi tanah, cuaca, dan udara.

“ Perlu saya jelaskan juga, ada 16 bandara kita statusnya adalah airstrip belum semuanya teregister, kemarin sudah teregister tapi belum semuanya, bagaimana pola pembangunannya nantinya?, bagaimana membangun bandara tidak dibebankan ke APBD dan APBD.” lanjutnya.

Melalui rapat tersebut, Roby Nahak Serang mengatakan, jika status lahan sudah tepat dan tidak bermasalah maka tentu kepentingan yang ada diwilayah tersebut sudah pasti memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan peningkatan bandara airstrip di Kecamatan Sebuku.

Untuk luas Bandara, lanjut roby lebarnya bisa 30-50 meter dan panjangnya sekira 800 meter, itu sudah bisa didarati pesawat kelas MAF, susi air dan Airbound. Pola pembangunan bandara nantinya  melibatkan swadaya pihak terkait yang berada di Kecamatan Sebuku.

“ Jika swadaya perusahaan nantinya membangi panjang bandara sekitar 200 meter tentu bandara tersebut cepat terealisasi, apalagi perusahaan yang berada di wilayah tiga itu ditunjang alat berat yang dapat mempercepat proses pembangunan, hal ini pernah dilakukan di bontang dan peningkatannya menjadi bandara khusus.” ungkap Asisten Ekonomi dan Pembangunan ini.

Pemerintah daerah optimis untuk membangun bandara tersebut selama tiga bulan, jika seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) seirama dengan rencana runway airstrip itu di Kecamatan Sebuku, dan tahun depan sudah bisa dilakukan peningkatan airstrip menjadi bandara umum atau khusus.

Harapannya, jika akses transportasi udara tersebut dapat direalisasikan, kecamatan sebuku akan jadi Kabupaten di Kalimantan Utara sehingga kedepan airport sebuku bisa menjadi bandara yang setara dengan bandara sepinggan Balikpapan.

“ Semua berangkatnya dari mimpi semua berangkatnya dari kemauan yang besar, berangkat dari cita-cita maka kita bisa wujudkan ini, namun sebaliknya jika kita pesimis pasti hal tersebut tidak akan terwujud, siapa sangka yang tadinya kabupaten, provinsi dan kemudian diwacanakan menjadi ibu Kota.” tutup Roby dan kemudian melanjutkan diskusi dengan sejumlah OPD yang hadir dalam rapat sosialisasi Pembangunan Runway Airstrip tersebut. #Fik

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *