Sejarah


DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

KABUPATEN NUNUKAN

 
10 Tahun DPRD Kabupaten Nunukan
Setelah pemberlakuan UU No.47/Tahun 1999 tentang pembentukan kabupaten Nunukan, segala mekanisme birokrasi yang dapat menjalankan roda pemerintahan dibentuk secara struktural, untuk mendukung jalannnya pemerintahan penetapan dan penentuan anggota DPRD ditentukan dari hasil perolehan suara dari pemilihan umumyang dilaksanakan pada tahun 1999, namun sebelumnya anggota DPRD Kabupaten Bulungan yang berasal dari kecamatan di Nunukan, menyiapkan pelaksanaan pesta demokrasi atau Pemilihan Anggota Legislatif di Kabupaten Nunukan, adapun anggota DPRD Kabupaten Nunukan yang mewakili suara rakyat di kecamatan pada tahun 1999 yaitu :
1.       Abdul Wahab Kiak, dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mewakili kecamatan Nunukan.
2.       H. Moh. Arsyad HB, dari Partai Golongan Karya (Golkar) Kecamatan Sebatik.
3.       M. Anwar RN, dari Partai Golongan Karya (Golkar) Kecamatan Nunukan.
4.       H. Andi Hamid, dari Partai Golongan Karya (Golkar) Kecamatan Sebatik.
5.       Drs. Ngatidjan Achmadi, dari Partai Golongan Karya (Golkar) Kecamatan Sembakung.
6.       Yusuf Sulaiman, dari Partai Golongan Karya (Golkar) Kecamatan Lumbis.
 
Dan setelah pelaksanaan pemilihan legislatif Tahun 1999 perolehan suara dari masing-masing partai politik atas dasar penentuan anggota dewan yang akan duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Nunukan periode 2000-2004. Dan setelah melalui mekanisme pemelihan ditetapkanlah 20 orang anggota DPRD, yang disesuaikan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 35 Tahun 2005.
Berikut adalah daftar nama-nama anggota DPRD Kabupaten Nunukan yang mewakili Partai Politik dan daerah pemilihan periode 2000-2004 : 
 
NO
NAMA
PARTAI POLITIK
DAERAH PEMILIHAN
1.
Muslimin, SH
PPP
Nunukan
2.
M. Yunus Andi Pagga
PPP
Sebatik
3.
Abdul Wahab Kiak
PDI-P
Nunukan
4.
Bambang Sutarno
PDI-P
Nunukan
5.
Jhoni Agung,BSc
PDI-P
Krayan
6.
Yusias Yaran
PDI-P
Lumbis
7.
H.Arifuddin Ali
PAN
Nunukan
8.
H. Mohammad Arsyad HB
P.GOLKAR
Sebatik
9.
Muslimin Rasulu
P.GOLKAR
Sebatik
10.
M.Anwar RN
P.GOLKAR
Nunukan
11.
H. Andi Hamid
P.GOLKAR
Nunukan
12.
H. Mansyur Husin
P.GOLKAR
Nunukan
13.
H. Salman AB
P.GOLKAR
Nunukan
14.
Drs. H. Ngatidjan Achmadi, M.Si
P.GOLKAR
Sembakung
15.
Yusuf Silaiman
P.GOLKAR
Lumbis
16.
Darwin Tigur
P.GOLKAR
Nunukan
17.
H.Muhdiat Senong
P.GOLKAR
Nunukan
18.
Muthang Balang
P.GOLKAR
Krayan
19.
Mayor Samudji
TNI
Nunukan
20.
SNR.INSP. H. Rochid Supangat,SH
POLRI
Nunukan
 Sumber : Sekretariat DPRD Kabupaten Nunukan   
 
Setelah nama-nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Nunukan Periode 2000-2004 ditetapkan secara resmi melalui SK. Gubernur Kalimantan Timur No. 171.2.3.44-10890 tentang peresmian dan pengangkatan anggota DPRD Kabupaten Nunukan dan Peresmian pemberhentian keanggotaan DPRD Kabupaten Bulungan, salah satu agenda utama DPRD Kabupaten Nunukan adalah memilih kepala daerah, Bupati Kabupaten Nunukan yang pertama, semenjak gubernur provinsi kalimantan timur melantik Plt. Bupati Nunukan, Drs. H. Bustaman Arman pada tanggal 12 Oktober 1999, maka secara defacto pemerintah kabupaten Nunukan telah medapat pengakuan secara resmi namun harus dibarengi dengan pemilihan yang syah, melalui DPRD Kabupaten Nunukan. Pelaksana Tugas Bupati mempersiapkan dan menfasilitasi kegiatan persiapan pencalonan bupati di samping tugas-tugas lain yang dilakukannya. Partai politik yang terwakili melalui anggota DPRD melakukan penjaringan terhadap calon siapa saja yang anggap mampu untuk memimpin kabupaten nunukan kedepan, Partai Golkar menyampaikan calon yang di usungnya yaitu Drs. H. Aseng Gusti Nuch, MBA (Ketua Beppeda) berpasangan dengan H. Arsyad Thalib (Ketua Partai Golkar Kabupaten Nunukan)sedang partai PDI-P mencalonkan H. Abdul Hafid Achmad (pengusaha) berpasangan dengan Drs. Kasmir Foret, MM (asisten tata pemerintahan setkab nunukan) sedang pasangan Drs. H. Bustaman Arham berpasangan dengan DR. (HC). H. Ali Karim diusung oleh partai gabungan yaitu, PPP, PAN, dan PKB. Ketiga pasangan calon bupati diteliti kelengkapan persyaratan administrasi oleh kantor Sosial Politik Kabupaten Nunukan dan selanjutnya nama calon tersebut diserahkan ke DPRD Kabupaten Nunukan untuk di ferivikasi dan menetapkan hari pemilihan bupati dan wakil bupati kabupaten nunukan.
Aspirasi masyarakat mulai bermunculan, hingga menyampaikan ke DPRD kabupaten nunukan, pro dan kontra silih berganti terhadap pasangan calon bupati, namun pada akhirnya mendapat perhatian oleh masyarakat. Memahami aspirasi masyarakat saat itu, tidak menimbulkan permaslahan yang signifikant karena bisa katakan saat itu telah terjadi perubahan sistem pemerintahan dari era orde baru menuju orde reformasi.
 
Setelah melalui mekanisme pencalonan bupati dan wakil bupati yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, DPRD kabupaten nunukan melaksanakan rapat paripurna istimewa pada tanggal 11 April 2001, untuk mencegah hal hal yang mengarah pada tindak kriminal, kepolisian melakukan pengamanan berlapis di Gedung DPRD lama (exs. Gedung olah raga inhutani), sehingga proses rapat paripurna berjalan aman.
Ketua DPRD Kabupaten Nunukan H. Mansyur Husin dengan didampingi wakil-wakil ketua Drs. H. Ngatidjan Achmadi, H. Muslimin, SH dan Mayor Samudji dan dihadiri seluruh anggota Dewan maka pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nunukan dilakukan dengan menetapkan nomor urut 1 Drs. H. Aseng Gusti Nuch. MBA berpasangan dengan H. Arsyad Thalib yang diusung partai Golongan Karya, sementara pada nomor urut 2, H. Abdul Hafid Achmad berpasangan dengan Drs. Kasmir Foret yang diusung oleh Partai PDI-P dan nomor urut 3, Drs. H. Bustaman Arham berpasangan dengan dengan DR. (HC). H. Ali Karim yang di usung partai gabungan PPP, PKB, dan PAN. Sebagai perolehan hasil suara dari ketiga pasangan calon sebagai berikut :
1.       Drs. H. Aseng Gusti Nuch. MBA berpasangan dengan H. Arsyad Thalib, memperoleh 4 Suara.
2.       H. Abdul Hafid Achmad berpasangan dengan Drs. Kasmir Foret, memperoleh 9 suara.
3.       Drs. H. Bustaman Arham berpasangan dengan dengan DR. (HC). H. Ali Karim, memperoleh 7 suara.
 
Total 20 suara.
 
Setelah melakukan perhitungan suara, Ketua DPRD Kabupeten Nunukan, H. Mansyur Husin mengumumkan pasangan H. Abdul Hafid Achamd dan Drs. Kasmir Foret sebagai Bupati dan wakil Bupati Nunukan, periode 2001-2006, pada tanggal 31 mei 2001 gubernur Kalimantan Timur melantik dan mengambil sumpah jabatan Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Nunukan dan hari itu juga dinyatakan resmi menakhodai Kabupaten Nunukan.
Dalam periode 5 tahun, DPRD Kabupaten Nunukan kembali menggelar pilkada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nunukan, pada tahun 2006. DPRD Kabupaten Nunukan menerbitkan surat pemberitahuan Kepada Bupati dan Wakil Bupati mengenai berakhirnya masa jabatan periode 2001-2006, kemudian ditembuskan ke KPUD Nunukan, segera setelah itu, selanjutnya dibentuk panitia pengawas PPK, PPS dan KPPS dan Panitia Pengawas pemilihan kepala daerah (Panwasda) KPUD Nunukan selaku penyelenggara pilkada mempunyai tugas dan tanggungjawab sampai pada penetapan calon terpilih Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nunukan. Dan kemudian menetapkan Prosedur Pilkada berdasarkan PP No.6 Tahun 2005, sebagai berikut :
1.       Penetapan Pemilih.
2.       Pendaftaran dan Penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.
3.       Penelitian pasangan calon.
4.       Penetapan dan pengumuman pasangan calon.
5.       Kampanye.
6.       Pemungutan dan perhitungan suara.
7.       Penetapan calon terpilih, pengesahan, pengangkatan dan pelantikan.
 
Penetapan pemilih
Dalam penetapan daftar pemilih, badan kependudukan dan catatan sipil menghimpun data pemilih Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nunukan pada tahun 2006.
 
Tabel. Daftar Pemilih Pilkada 2006 dari Badan Kependudukan dan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana Kabupaten Nunukan.
 
No.
Kecamatan
Desa/ Kelurahan
Penduduk
Pemilih (Jiwa)
Presentase (%)
1.
Nunukan
5
50.691
33.108
65.31
2.
Sebatik
8
29.271
18.597
63.53
3.
Sembakung
18
7.570
4.737
62.57
4.
Sebuku
21
10.462
6.169
53.17
5.
Lumbis
77
9.072
5.229
57.63
6.
Krayan Induk
65
8.829
4.570
51.76
7.
Krayan Selatan
24
2.286
1.393
60.94
 
Total
218
118.145
73.803
62.46
Sumber : Kantor Kesbang Kabupaten Nunukan
 
Melihat Tabel diatas bahwa dari jumlah penduduk Nunukan sebanyak 118.145 orang jumlah pemilih hanya 73.803 orang berarti 62.5% dari jumlah penduduk yang memberi hak pilihnya meliputi 7 kecamatan, 218 desa dan kelurahan. Jumlah pemilih tersebut diatas diterima KPUD dari baduk capil Nunukan di tambah lagi dengan pemilihan susulan yaitu calon pemilih yang belum terdaftar di baduk capil Nunukan , adapun jumlah pemilih susulan tersebut, sebanyak 11.048 orang, dengan demikian jumlah pemilih di Kabupaten Nunukan pada pilkada tahun 2006 sebanyak 73.803 orang ditembah 11.048 orang jumlah keseluruhan 84.851 orang.
 
Pemilihan Anggota Legislatif Tahun 2009
Dalam penyelenggaraan Pemilu DPR, DPD dan DPRD telah diatur dalam UUD Negara Repulik Indonesia Tahun 1945 bahwa pemilu dilaksanakan sekali dalam lima (5) tahun yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Dalam mengatur penyelenggaraan Pemilu DPR, DPD dan DPRD 2009 pada tanggal 9 April 2009 telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, yaitu diantaranya :
1.       Undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu;
2.       Undang-undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik;
3.       Undang-undang Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;
4.       Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;
 
5.        Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 16 Tahun 2009 tentang pedoman beracara dalam perselisihan Hasil Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ;
6.       Peraturan KPU tentang Pelaksanaan Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;
7.       Peraturan Bawaslu tentang Pengawasan Pelaksanaan Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Dalam penyusunan jadwal dan tahapan pemilu legislatif tahun 2009, putaran pertama dijadlkan sesuai dengan yang telah ditentukan dalam peraturan KPU No. 09 Tahun 2008 yang menyesuaikan dengan kondisi gografis Kabupaten Nunukan.
Pelaksanaan Pemilu, dilakukan di delapan Kecamatan Kabupaten Nunukan mendapat tiga kali putaran, dan masing-masing parpol mendapatkan kesempatan yang sama. Adapun jadwal pemilu tahun 2009 sebagai berikut :
a.       Pemutakhiran Data Pemilih dan Penyusuanan Daftar Pemilih
1.       Penyerahan Data Kependudukan                                                               5 April 2008
2.       Pemuktahiran Data Pemilih                                                                         6 April - 6 Juli 2008
3.       Penyusunan dan Pengesahan DPS                                                           7 Juli - 7 Agustus 2008
4.       Pengumuman DPS                                                                                          8 - 14 Agustus 2008
5.       Penyusunan dan Penetapan DPT                                                              11 - 30 September 2008
b.      Pendaftaran Parpol Peserta Pemilu
1.       Pengumuman Pendaftaran Peserta Pemilu                                         5 – 6 April 2008
2.       Pendaftran Parpol Peserta Pemilu                                                           7 April – 12 Mei 2008
3.       Penelitian Administrasi dan Pengumuman                                           10 April – 30 Mei 2008
4.       Verifikasi Faktual                                                                                              3 Juni – 2 Juli 2008
5.       Penetapan Parpol Peserta Pemilu 2009                                                  29 Juni – 3 Juli 2008
6.       Pengumuman Parpol Peserta Pemilu 2009                                           5 Juli 2008
c.        Pencalonan Anggota DPR, DPD dan DPRD
1.       Pengambilan Formulir Calon Anggota DPR, DPRD                              5 – 9 Agustus 2008
2.       Pengajuan Bakal Calon oleh Parpol                                                          10 – 15 Agustus 2008
3.       Verifikasi kelengkapan Administratif                                                       11 Agustus -3 Sept 2008
4.       Penyampaian hasil verifikasi kpd Parpol                                                 12 Agustus – 5 Sept 2008
5.       Penyusunan dan Penetapan Daftar Calon Tetap                                9 -26 Oktober 2008
6.       Pengumuman DCT anggota DPR/DPRD                                                  27 Oktober 2008
7.       Pendaftaran Calon Anggota DPD                                                               27 Juni - 10 Juli 2008
8.       Penelitian Administratif                                                                                2 – 15 Juli 2008
9.       Verifikasi Faktual                                                                                              18 Juli – 18 Agustus 2008
10.   Penyusunan dan Penetapan Daftar Calon Tetap                                9 -26 Oktober 2008
11.   Pengumuman DCT anggota DPD                                                               27 Oktober 2008
d.       Kampanye
1.       Persiapan Kampanye                                                                                     2 Januari – 28 Feb 2009
2.       Pelaksanaan Kampanye                                                                                8 Juli - 1 April 2009
e.       Masa Tenang                                                                                                             2 – 4 April 2009
f.         Pemungutan dan Penghitungan Suara
1.       Pemungutan Suara                                                                                         5 April 2009
2.       PPS mengumumkan salinan hasil dari TPS                                             6 – 7 April 2009
3.       Rekapitulasi di PPK                                                                                          7 – 11 April 2009
4.       Rekapitulasi di KPU Kab./Kota                                                                    11 – 15 April 2009
5.       Rekapitulasi di KPU Provinsi                                                                        15 – 20 April 2009
6.       Rekapitulasi di KPU Pusat                                                                             22 April – 5 Mei 2009
g.       Penetapan Hasil
1.       Penetapan Hasil Pemilu                                                                                15 April – 8 April 2009
2.       Penetapan dan pengumuman calon terpilih                                        13 – 20 Mei 2008
3.       Peresmian keanggotaan DPRD Kab./Kota, DPRD
       Provinsi, DPR dan DPD                                                                                    Juni - September 2009
h.Pengucapan Sumpah/janji anggota DPR, DPD,                                               Juli – 1 Oktober 2009
 
Berdasarkan Pasal 26 ayat 1 Undang-undang No.10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menyebutkan bahwa Jumlah kursi DPRD Kab/Kota ditetapkan paling sedikit 20 kursi dan paling banyak 50 kursi, ayat (2) Jumlah kursi DPRD Kabupaten Kota sebagaimana dimaksud pasal (1) didasarkan pada jumlah Penduduk kabupaten/kota yang bersangkutan dengan ketentuan; b Kabupaten Kota dengan jumlah penduduk lebih dari 100.000 (seratus ribu) sampai dengan 200.000 (dua ratus ribu) memperoleh alokasi kursi 25 (dua puluh lima) kursi. Oleh karena itu, jumlah penduduk Kabupaten Nunukan adalah kurang lebih 112.000.000 jiwa, maka sesuai dengan ketentuan ayat 2 huruf b Pasal 26 tersebut ditetapkan jumlah kursi untuk DPRD Kabupaten/Kota sebanyak 25 kursi sehingga jumlah kursi untuk DPRD Kabupaten Nunukan sebanyak 25 kursi.
Kabupaten Nunukan memiliki 8 Kecamatan, yaitu Kecamatan Nunukan, Kecamatan Sebatik, Kecamatan Sebatik Barat, Kecamatan Sebuku, Kecamatan Sembakung, Kecamatan Lumbis, Kecamatan Krayan, dan Kecamatan Krayan Selatan dengan demikian khusus untuk daerah pemilihan calon legislatif Kabupaten Kabupaten Nunukan dibagi menjadi 3 daerah pemilihan, yaitu :
1.       Daerah Pemilihan (DAPIL) I, yaitu Kecamatan Nunukan, Nunukan Selatan ;
2.       Daerah Pemilihan (DAPIL) II, yaitu Kecamatan Sebatik, dan Sebatik Barat;
3.       Daerah Pemilihan (DAPIL) III, yaitu Kecamatan Sebuku, Sembakung, Lumbis, Krayan dan Krayan Selatan.
Sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, yaitu tanggal 27 Oktober 2009, Panwaslu Kabupaten Nunukan melalui Pokja yang telah dibentuk, melakukan pengawasan pada tanggal 27 Oktober 2009 meskipun telah ditetapkan daftar calon tetap anggota DPRD Kabupaten Nunukan. 
 
Jumlah calon legislatif cukup banyak, yaitu sebanyak 358 orang yang telah ditetapkan oleh KPU Kabupaten Nunukan yang memenuhi persyaratan sebagai Daftar Calon Tetap Legislatif Kabupaten Nunukan dari tiga (3) Daerah Pemilihan (Dapil) .
Pada tanggal 2 Januari 2009 sampai dengan 28 Pebruari 2009 dan Tahap Pelaksanaan Kampanye pada tanggal 8 Juli sampai dengan 1 April 2009.
Untuk mengantisipasi atas terjadinya pelanggaran pada masa kampanye, Panwaslu dan Kepolisian  Kabupaten Nunukan antusias dalam menghadapi masa Kampanye, dimana tugas utamanya yaitu, melakukan pengawasan pada masa kampanye. Oleh karena banyaknya peserta pemilu pada pemilu legislatif, pengawasan dilakukan secara random (acak) karena dianggap berpotensi terjadinya pelanggaran pada masa kampanye.
 
Hingga pemungutan suara berlangsung di seluruh TPS di Kabupaten Nunukan pada tanggal 5 April 2009, pemungutan suara berjalan dengan lancar, meskipun menurut laporan panwaslu ditemukan pelanggaran yang cukup signikant yakni kelalaian KPPS di TPS 08 PPS Kelurahan Nunukan selatan, mengizinkan peserta pemilu memilih namun tidak terdaftar dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap), hal yang sama pula terjadi di TPS 1 Liang Bunyu, permaslahan ini kemudian ditindak lanjuti KPUD Nunukan. 
 
Setelah pemungutan suara dilakukan, masa perhitungan suara di Kantor KPUD Nunukan berlangsung, yang dihadiri 25 Partai Politik, yakni ; Partai Barisan Nasional, Partai Golkar, Partai Patriot, PDP, PKNU, PNBK, PPRN, Partai Buruh, Partai Hanura, Partai Bulan Bintang, PDS, PKPI, PPD, Partai Demokrat, Partai Keadulatan, PDIP, PKB, PKS, PPI, Partai Gerindra, PAN, PDK, PKDI, PMB, PPP. Penentuan dan penetapan calon anggota legilatif di umumkan Komisi Pemilihan Umum Ddaerah (KPUD) Kabupaten Nunukan melalui media massa. Adapun hasil perolehan suara calon anggota legislatif Kabupaten Nunukan sebagai berikut :
 
DAERAH PEMILIHAN I : Kecamatan Nunukan
 
No
PARTAI POLITIK
No. URUT DCT
NAMA CALON TERPILIH
SUARA SAH
PERINGKAT SUARA
5
Partai GERINDRA
1
Hj. Hadra A. Hamid
383
1
8
PKS
1
M. Nasir, S.Pi
546
1
9
PAN
1
H. Mustarich
200
1
23
GOLKAR
3
Hj. Asmah Gani
1.039
1
27
PBB
2
Nardi Azis B
3.473
1
 
 
4
Burhanuddin, SE
1.731
2
 
 
10
Agustinus, SH
689
4
 
 
12
Herman Hamid, ST
1.720
3
28
PDI-P
2
Niko Hartono, SE
396
1
31
Partai Demokrat
6
Ruman Tumbo, SH
1.037
1
 
DAERAH PEMILIHAN II : Kecamatan Sebatik
 
No
PARTAI POLITIK
No. URUT DCT
NAMA CALON TERPILIH
SUARA SAH
PERINGKAT SUARA
5
Partai GERINDRA
1
Hj. Nursan, SH
1.445
1
8
PKS
1
Burhanuddin, S.HI
436
1
9
PAN
8
Muhammad Saleh
640
1
23
GOLKAR
8
Lukman, S.Sos
335
1
27
PBB
2
Hj. Nur Aida, SE
797
3
 
 
4
Hj. Fajar, S.Pdi
1.083
2
 
 
6
Fitriyah Taufiq
2.211
1
 
DAERAH PEMILIHAN III : Kecamatan Sebuku, Sembakung, Lumbis, dan Karayan
 
No
PARTAI POLITIK
No. URUT DCT
NAMA CALON TERPILIH
SUARA SAH
PERINGKAT SUARA
4
PPRN
4
Hermanus, S.Sos
721
1
23
GOLKAR
1
Drs. H.Ngatidjan Ahmadi
436
1
27
PBB
1
Hj. Asni Hafid
1.515
3
 
 
2
Karel Sompoton
2.806
1
 
 
10
Samadik
1.648
2
28
PDI-P
1
Amrin Sitanggang
529
1
31
Partai Demokrat
1
Damus Singa, MA
826
1
 
 
3
Marli Kamis
704
2
 
 
Melihat tabel diatas, dari penentuan dan penetapan hasil perolehan suara dari masing-masing calon anggota legislatif Kabupaten Nunukan, Partai Bulan Bintang unggul di masing-masing daerah pemilihan, terutama di daerah pemilihan I Kecamatan Nunukan, Nardi Azis B, memperoleh suara 3.473 yang cukup signifikant untuk menduduki KT 2 di Kabupaten Nunukan, kemudian Karel Sompoton di dapil III memperoleh suara 2.806, kemudian disusul Fitriyah Taufiq dengan jumlah suara 2.211.
 
Dalam kurun waktu mulai dari proses pendaftaran hingga pemungutan, perhitungan dan penetapan hasil perolehan suara Calon legislatif, Kepolisian, Panwas dan KPUD Kabupaten Nunukan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab senantiasa menunjukkan kemampuannya secara profesional dalam bertindak dan mengamankan Pesta Demokrasi pemilihan anggota Legislatif Kabupaten Nunukan hingga pelantikan Anggota Legislatif Kabupaten Nunukan pada tanggal 11 September 2009.

Kembali

Profil Dewan

Hj. Hadra Andi Hamid

Anggota Komisi III Komisi III, Fraksi Golkar, Panitia Musyawarah

Istri H. Muhdiat Senong ini berhasil masuk ke Gedung DPRD, setelah bergabung ke Partai Gerindra sejak partai ini bergabung. Sebelumnya, Ibu empat anak tersebut menyelesaikan pendidikannya di kampung kelahirannya di Soppeng, Sulawesi Selatan. SDN 10 Akkampeng tahun 1983, SMPN 3 Kabupaten Soppeng tahun 1986 dan meraih ijazah pendidikan menengah di SMKKN Soppeng pada 1989. Tahun 1999-2004, ia pernah menjadi Bendahara Partai Golkar Kecamatan Sebatik dan Wakil Sekretaris Himpunan Wanita Karya pada 2004-2009.

Profil Lengkap

Galeri Photo

Polling

Bagaimana pendapat anda tentang website ini?





Statistik

  • Pengunjung Hari Ini : 33
  • Total Pengunjung : 262167
  • Rata-rata Harian : 145
  • Pengunjung Online : 9
 
Beranda | Berita | Agenda | Kontak | Peta Situs | Webmaster